Jumat, 06 Juni 2014

Protein


                                  
      Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Penyusun Protein
     Protein tersusun dari peptida-peptida sehingga membentuk suatu polimer yang disebut polipeptida. Asam amino adalah molekul organik yang memiliki gugus karboksil dan gugus amino yang mana pada bagian pusat asam amino terdapat suatu atom karbon asimetrik.
     Pada keempat pasangannya yang berbeda itu adalah gugus amino, gugus karboksil, atom hidrogen dan berbagai gugus yang disimbolkan dengan huruf R. Gugus R disebut juga rantai samping yang berada dengan gugus amino.


     Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
 


     Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.



Permasalahan :
     Berdasarkan artikel yang saya baca, adapun permasalahan yang saya temukan adalah
a). Apakah ikatan peptida ini terjadi secara spontan atau tidak? bagaimana mekanisme ikatan peptida yang mengikat asam amino dapat terbentuk dan bagaimana cara untuk mendaapatkan ikatan peptida yang sesuai dengan yang kita inginkan?
b).Bagaimana aturan penamaan asam amino terbentuk jika asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida berbeda-beda?